TUJUAN MANAJEMEN STRATEGI

BAB I

PENDAHULUAN

MANAJEMEN STRATEGI

  1. Latar Belakang

Diperkenalkan pertama kali awal dasawarsa 60 – an

Dianggap :

1.1.  Alat bantu utama pengambilan keputusan manajerial ;

1.2.  Mampu mengurangi ketidak pastian dan kompleksitas Bisnis.

Memberikan perhatian pada factor Internal

Dasawarsa 80 – an M. STRATEGI

  1. Dikeluhkan tentang fungsi dan efektifitas perencanaan manajerial ;
  2. Sulit melakukan eksekusi strategi seperti yang telah direncanakan.

Telah memperhatikan lingkungan Eksternal.

Dunia dimana Perusahaan beroperasi berubah cepat mengikuti Era Globalisasi. Baik Politik, Sosial, Pendidikan maupun Teknologi. Dengan berubahnya lingkungan tersebut akan memaksa perencanaan tujuan Strategi Manajemen. Hal itu berarti harus mengadakan penyesuaian – penyesuaian terhadap Elemen – elemen dari rencana Bisnis yaitu Misi, Tujuan, Sasaran, dan yang paling penting adalah Strategi. Untuk meningkatkan Efektifitas dan Efesiensi Perusahaan / Organisasi.

Berpikir Strategik sangat diperlukan untuk mengatasi masalah – masalah Strategik yang timbul seiring dengan berkembangnya Perusahaan / Organisasi. Karakteristik dari masalah – masalah Strategik sebagai berikut :

  1. Berorientasi pada masa depan ;
  2. Berhubungan dengan unit Bisnis yang Kompleks ;
  3. Memerlukan perhatian dan Manajemen Puncak ;
  4. Akan mempengaruhi kemakmuran jangka panjang ;
  5. Melibatkan pengolakasian sejumlah besar sumber, sumber daya perusahaan.

Dalam berpikir strategi memecahkan problem perusahaan, Komponen, Strategi Manajemen yang utama yaitu perencanaan tujuan. Banyak perusahaan / organisasi menghadapi konflik / masalah dalam usaha pencapaian tujuan. Misalnya pengeluaran untuk meningkatkan pelayanan akan mengakibatkan penerimaan berkurang serta meningkatkan biaya. Perencanaan strategi dapat meminimalkan konflik tersebut dengan cara melakukan prioritas terhadap tujuan yang akan dicapai terlebih dahulu.

Manusia tidak dapat mengerjakan sesuatu secra “umum” tetapi harus Spesifik tujuan yang masih bersifat luas perlu untuk diterjemahkan menjadi ukuran – ukuran kinerja pada suatu unit. Grup Tim dan Individu dalam sebuah organisasi. Tujuan yang jelas dan spesifik akan memberikan dasar untuk mengelola organisasi. Manusia dan kinerja dalam suatu Bisnis.

BAB II

MANAJEMEN STRATEGI

Manajemen merupakan suatu proses yang terdiri dari tindakan – tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran – sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber – sumber lainnya ( G. R. TERRY )

Atau Ilmu dan Seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efektif da efisien. Untuk mencapai tujuan tertentu  ( MALAYU HASIBUAN ).

Strategi merupakan penentuan cara yang harus dilakukan agar memungkinkan memperoleh hasil yang optimal, efektif dan dalam jangka waktu relatif singkat dan tepat menuju tercapainya tujuan yang telah ditetapkan ( Dosen Abdul Rosid, SE, MM. ).

  1. 1. Manajemen Strategi Adalah :

1.1.  Usaha Manajerial menumbuhkan kekuatan perusahaan untuk mengeksploitasi peluang bisnis yang muncul guna mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan, sesuai misi yang telah ditentukan ;

1.2.  Sejumlah keputusan dan tindakan yang mengarah pada penyusunan suatu strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan ;

1.3.  Serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan di Implementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi ( Dosen Abdul Rosid, SE, MM. ).

Manajemen Strategi merupakan proses penyusunan Visi, Misi, dan tujuan strategis beserta target – target kinerja strategi yang dituangkan dalam rencana strategis, pemformulasian strategi pencapaian tujuan strategis dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal, pelaksanaan rencana strategi yang telah dipilih, dan pengevaluasian terhadap pencapaian kinerja strategi yang hasilnya digunakan sebagai bahan koreksi terhadap strategi pelaksanaan ( Dr. Iman Wijaya Tunggal ).

  1. 2. Fungsi Manajemen Strategik

Konsep – konsep Strategi selalu saja memperoleh perhatian serius didalam sebuah organisasi. Dalam sebuah organisasi terlibat lebih dari satu elemen pembentuk keadaan Internal dan juga berbagai penampilan organisasi sejenis lainnya sebagai competitor. Disini, dalam ringkasan ini adalah hendak dikemukakan fungsi manajemen strategi. Bila Decision Making dan Planning merupakan fungsi dari manajemen, maka begitu jualah peranan pengambilan keputusan strategi dan perencanaan strategi kepada manajemen strategi. Pertama, manajemen strategi bertugas membuat keputusan strategi yang menggolkan ketetapan tujuan dan sasaran. Kemudian manajemen strategi pun menetapkan apa yang sebaiknya dilakukan untuk masa mendatang. Dan lantas menentukan siapa – siapa yang melukannya serta bagaimana tindakannnya. Setela itu manajemen strategi meninjau, menggerakan aktifitas operasional total pihak – pihak yang bertanggung jawab, yang terlibat dalam pencapaian tujuan dan sasaran. Singkatnya manajemen strategi berfungsi membuat keputusan strategi, menyusun Planning strategi, serta berfungsi juga untuk peninjauan atau evaluasi strategi.

  1. 3. Tujuan ( Goal )

If you don’t have competitive advantage

Don’t compete

– Jack Welch. GE –

Dalam menjalankan misinya peruasahaan akan menentukan tujuan – tujuan yang harus dicapai dalam rangka menetapkan standar yang harus dipenuhi sebagai tolak ukur keberhasilan sebuah misi. Tujuan merupakan suatu peryataan kualitatif mengenai keadaan / hasil yang ingin dicapai dimasa akan datang ( Agustinus Sri Wahyudi, SE, MBA ).

Tujuan yang akan dicapai oleh strategi manajemen adalah peningkatan efektifitas dan efesiensi serta kehebatan suatu organisasi dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, peluang baru, posisi dalam persaingan dan operasional didalamnya.

Tujuan manajemen strategi merupakan suatu sasaran manajerial yang diinginkan yang melukiskan skop yang jelas, serta memberikan arah pada usaha – usaha seorang manajer ( Dosen Abdul Rosid, SE, MM. ).

Dalam menentukan tujuan – tujuannya perusahaan / organisasi sebaiknya mempertimbangkan salah satu tujuan sebagai berikut :

  1. Pendapatan ( Revenue ) ;
  2. Pangsa Pasar ( Market Share ) ;
  3. Biaya terendah ( Lowest Cost ) ;
  4. Pelayanan terhadap pelangan ( Service ) ;
  5. Keuntungan ( Profit ) ;
  6. Inovasi yang tinggi ( Innovation ) ;
  7. Tanggung jawab sosial dan masyarakat ( Public / Social Responsibility ) ;
  8. Efisiensi ( Efficiency )
  1. 4. Perusahaan

Perusahaan didirikan dengan tujuan pokok :

  1. Memperoleh laba ;
  2. Meningkatkan harga saham ;
  3. Meninggikan volume penjualan ;
  4. Mempertahankan keberlangsungan hidup.

Banyak perusahaan / organisasi menghadapi konflik dalam usaha mencapai tujuan, misalnya pengeluaran untuk meningkatkan pelayanan akan mengakibatkan penerimaan berkurang serta meningkatkan biaya. Perencanaan strategi dapat meminimalkan konflik dengan cara melakukan prioritas terhadap tujuan yang akan dicapai terlebih dahulu, dengan memperhatikan faktor pokok untuk mencapai tujuan perusahaan antara lain :

  1. Faktor Eksternal

Yaitu lingkungan bisnis yang melingkupi operasi perusahaan yang dari padanya muncul peluang ( Opportunities ) dan ancaman ( threats ) bisnis ;

Faktor ini terdiri dari :

–         Industri Enviroment ;

–         Macro Enviroment terdiri dari :

–         Lingkungan Ekonomi ;

–         Lingkungan teknologi ;

–         Lingkungan Politik ;

–         Lingkungan Demografi ;

–         Lingkungan Sosial Budaya.

  1. Faktor Internal

Yaitu lingkungan yang dapat mengidentifikasikan kekuatan ( Srengths ) dan kelemahan ( Weaknesses ) yang dimiliki.

Faktor ini terdiri dari :

–         Manajemen fungsional ;

–         Manajemen pemasaran ;

–         Manajemen operasio ;

–         Manajemen keuangan ;

–         MSDM ;

–         Penelitian dan pengembangan ;

–         SIM ;

–         Budaya perusahaan.

Seorang ahli pembuat strategi “George A. Steiner” memberikan beberapa Prinsip yang harus dipertimbangkan dalam proses penentuan tujuan perusahaan / organisasi.

Prinsip – prinsip tersebut adalah :

  1. Sesuai ( Suitable ) ;
  2. Layak / dapat dicapai ( feasible / Achleveable ) ;
  1. Lentur ( Fleksible ) ;
  2. Memotivasi ( Motivating ) ;
  3. Dapat dimengerti ( Understandable ) ;
  4. Terkait ( Linkage ) ;
  5. Dapat diukur ( Measurable ).

Dalam menentukan tujuan perusahaan para manajer puncak dapat menggunakan suatu analisa, dari hasil analisa pimpinan akan dengan mudah memilih tujuan – tujuan mana yang sesuai dengan keadaan perusahaan.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN, SARAN, DAN PENUTUP

  1. Kesimpulan

Tujuan yang akan dicapai oleh strategi manajemen adalah peningkatan efektifitas dan efisiensi serta kehebatan suatu organisasi dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, peluang baru, posisi dalam persaingan dan operasional didalamnya. Strategie Thinkers sangat diperlukan untuk mencapai tujuan yang dimaksud.

Tujuan perusahaan tercapai jika kekuatan > kelemahan sehingga peluang dapat tercapai.

  1. Saran
  1. Makalah Strategi manajemen ini agar di Seminarkan kelompok di depan kelas ;
  2. Makalah Strategi Manajemen ini agar di jadikan bahan acuan untuk mengukur kemampuan dan di jadikan bahan penilaian.
  1. 3. Penutup

Dengan berbagai keterbatasan yang ada kami Kelompok II mengucapkan banyak terima kasih kepada :  Dr. Ikang Sicanka yang telah menugaskan kami untuk membuat makalah yang berjudul “Tujuan Manajemen Strategi” untuk di jadikan bahan acuan bagi kelompok kami, tentunya kami banyak kekurangannya dalam pembuatan makalah manajemen tersebut. Maka dari itu kami mohon bimbingan dan arahannya bila ada kekurangan dalam menjelaskan tujuan Manajemen Strategi tersebut yang tertuang di makalah ini.

Demikian kami kelompok II menyampaikan banyak terima kasih.

Tangerang, 10 Juni 2009

Penyusun,

H. ARNAN, S.Pd, M.Si

DAFTAR PUSTAKA

  1. Dosen Abdul Rosid SE, MM. “Manajemen Strategi” Internet.

Pusat Pengembangan bahan ajar – UMB.

  1. Dr. Iman Wijaya tunggal “ Strategic Management “

Harvarindo – Jakarta.

  1. Agustinus Sri Whyudi, SE, MBA. “Manajemen Strategi “

Binarupa aksara – Jakarta.

INOVASI PENDIDIKAN

“JALUR, JENIS DAN JENJANG PENDIDIKAN DI INDONESIA

  1. Sekilas Definisi Pendidikan

Pendidikan adalah Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar perserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, Pengendalian diri, Kepribadian, Kecerdasan, Akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus dan sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati gerasi.

Pendidikan menurut Crow dan Crow ( dikutip dari Zahara H, 1992 )dalah proses yang berisi berbagai macam kegiatan yang sesuai dengan kegiatan seseorang untuk kehidupan sosialnya dan membantu kebiasaan-kebiasaan dan kebudayaan serta kelembagaan  sosial dari generasi ke generasi.

Di Jakarta mengatakan bahwa pendidikan adalah memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia muda ke taraf insani itulah yang menjelma dalam perbuatan mendidik menurut  kamus Besar Bahwa Indonesia (1989) pendidikan adalah Proses mengubah sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan ( Proses, perbuatan, cara mendidik ).

Dari Definisi pendidikan di atas dapat di lihat pokok-pokok penting pendidikan yaitu :

1.  Pendidikan adalah proses pembelajaran

2.  Pendidikan dalah proses sosial

3.  Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia

4.  Pendidikan berusaha  mengubah / mengembangkan, kemampuan, sikap

dan prilaku positif.

5.  Pendidikan merupakan perbuatan / kegiatan sadar dan yang sesuai

dengan kebutuhan.

6.  Pendidikan memiliki dampak pada lingkungan

7.  Pendidikan berkaitan dengan cara mendidik

8.  Pendidikan tidak terfokus pada pendidikan formal saja tetapi pada

pendidikan formal dan in formal.

Dengan  demikian dapat dikatan bahwa Pendidikan adalah proses sosial dalam memanusiakan manusia melalui yang dilakukan dengan sadar, baik secara terencana maupun tidak. Proses pendidikan bukan hanya apa yang disebut dengan Transfer of  knowledge, Transfer of Value, Transfer of skill, namun totalitas kegiatan yang dapat memanusiakan manusia sehingga menjadi individu yang mampu mengembangkan dirinya dalam menghadapi dan memecahkan berbagai permasalahan dalam kehidupan – lebih tegas dapat dikatan bahwa pendidikan adalah perencanaan masa depan suatu bangsa.

  1. JALUR PENDIDIKAN

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 Bab VII pasal 13 ayat ( 1 ) menyebutkan bahwa jalur Pendidikan terdiri-dari atas tiga jalur yaitu:

  1. Pendidikan Formal
  2. Pendidikan Non Formal
  3. Pendidikan In Formal

Tiga jalur pendidikan itu dapat saling melengkapi dan memperkaya satu dengan yang lainnya.

Pendidikan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat ( 1 ) diselengarakan dengan sistem terbuka melalui Tatap muka dan melalui jarak jauh.

  1. PENDIDIKAN FORMAL

Pendidikan Formal merupakan pendidikan yang diselnggarakan disekolah – sekolah pada umumnya jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan  yang jelas  mulai dari pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, sampai Pendidikan Tinggi.

Satuan Pendidikan Penyelenggara.

1)      Taman kanak-kanak ( TK )

2)      Sekolah Dasar ( SD )

3)      Madrasah Ibtidaiyah ( MI )

4)      Sekolah Menengah Pertama ( SMP )

5)      Madrasah Tsanawiyah ( MTs)

6)      Sekolah Menengah Atas

7)      Madrasah Aliyah

8)      Sekolah menengah Kejuruan

9)      Perguruan Tinggi

(Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi, Institut, dan Peguruan Tinggi)

  1. PENDIDIKAN NON FORMAL

Pendidikan Non Formal adalah jalur pendidikan diluar pendidikan Formal yang dapat dilaksanakan secara tersetruktur dan berjenjang. Hasil pendidikan Non formal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan  mengacu pada standar Nasional  Pendidikan.

Pendidikan Non formal diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah dan pelengkap pendidikan Non Formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang  hayat.

Pendidikan Non Formal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik  dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap  dan kepribadian profesional.

Bentuk Pendidikan Non Formal

1.  Pendidikan Usia Dini ( PAUD )

2.  Pendidikan Taman Penitipan Anak ( TPA )

3.  Pendidikan Kesetaraan ( Program Paket A Setara SD, Paket B Setara SMP, dan Paket C Setara SMU ).

4.  Pendidikan Keaksaraan ( Keaksaraan Dasar, Keaksaraan Lanjutan dan Keaksaraan Mandiri. )

5.  Pendidikan Kecakapan Hidup ( PKH )

6.   Pendidikan Pemberdayaan Perempuan/ Jender

7.  Taman Bacaan Masyarakat ( TBM )

8.  Kursus ( KWD, KWK, KPP )

9.  Pendidikan Keterampilan dan Pelatihan Kerja.

Satuan Pendidikan Penyelenggara

1.  Kelompok bermain ( KB )

2.  Taman Penitipan Anak ( TPA )

3.  Lembaga Kursus

4.  Sanggar Pelatihan

5.  Lembaga Pelatihan

6.  Kelompok Belajar ( KEJAR )

7.  Pusat Kegiatan Masyarakat ( PKBM )

8.  Majelis Ta’lim

9.  Sanggar Kegiatan Belajar. ( SKB )

  1. PENDIDIKAN IN FORMAL

Pendidikan In Formal adalah Jalur Pendidikan Keluarga dan lingkungan yang berbentuk  kegiatan belajat secera mandiri. Hasil pendidikan In Formal diakui sama dengan pendidikan formal dan Non formal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan in formal adalh keluarga dan lingkungan.

  1. JENIS PENDIDIKAN

Jenis Pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan jenis-jenis pendidikan terdiri-dari :

1. Pendidikan Umum

Pendidikan Umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang di perlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Bentuk satuan Pendidikannya adalah :

  1. Sekolah Dasar ( SD )

Madrasah Ibtidaiyah ( MI )

Paket A Setara SD

  1. Sekolah Menengah Pertama ( SMP )

Madrasah Tsyanawiyah  ( MTs )

Paket B Setara SMP

  1. Sekolah Menengah Atas ( SMA )

Madrasah Aliyah ( MA )

Paket C Setara  SMU

  1. 2. Pendidikan Kejuruan

Pendidikan Kejuruan merupakan Pendidikan Menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

Bentuk Satuan pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK )

  1. 3. Pendidikan Akademik

Pendidikan Akademik merupakan Pendidikan Tinggi program Sarjana dan Pasca sarjana yangn di arahkan terutama pada penguasaan disiplin Ilmu Pengetahuan Tertentu

  1. Pendidikan profesi

Pendidikan Profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional .

Salah satu yang di kembangkan dalam pendidikan tinggi dalam keprofesian adalah yang sebut progaram Diploma, mulai dari D I sampai dengan D 4 dengan berbagai konsentrasi bidang ilmu keahlian. Konsentrasi pendidikan profesi dimana para mahasiswa lebih  diarahkan kepada para minat menguasai keahlian tertentu. Dalam bidang keahlian dan keprofesian khususnya desain komunikasi visual terdapat jurusan seperti Desai grafis untuk D 4 dan Desain Multimedia dan Desain Periklanan untuk D 3 . dalam proses belajar mengajar dalam pendidikan keprofesian akan berbeda dengan jalur kesarjanaan ( S 1 ) pad setiap bidang studi tersebut.

  1. Pendidikan Vokasi

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan perserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal, dalam jenjang diploma D 4 serta dengan program Sarjana ( Setara 1 ).

  1. Pendidikan Keagamaan

Pendidikan keagaamaan di selenggarakan oleh Pemerintah dan Kelompok

Masyarakat dari pemeluk agama sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan  yang merupakan Pendidikan Dasar, Menengah, dan Tingggi.

Pendidikan Agama berfungsi mempersiapkan perserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan menjadi ahli Ilmu Agama.

Pendidikan agama dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan Formal, Informal dan Non formal.

  1. Pendidikan Khusus

Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berlainan atau peserta Luar Biasa yang diselenggarakan secara Inklusif

( Bergabung dengan Sekolah Biasa ) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah  ( dalam Bentuk sekolah Luar biasa / SLB)

  1. JENJANG PENDIDIKAN

Jenjang pendidikan adalah tahapan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.

Pendidikan di Indonesia

Tiga Jenjang Pendidikan yaitu:

1.   Pendidikan Dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi Jenjang pendidikan Menengah yaitu Pendidikan Dasar ( SD / MI / Paket A dan SLTP / MTs / Paket B )

2.   Pendidikan Menengah

Terdiri atas Pendidikan Menengah Umum  dan Pendidikan Mengah Kejuruan Pendidikan Menengah Umum ( SMA / MA / Paket C ), dan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ), Madrasah Aliyah Kejuruan ( MAK ), atau bentuk lainnya yang sederajat

  1. Pendidikan Tinggi

Pendidikan Tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan Diploma, Sarjana, Magister, Spesialis, dan Doktor yang di selenggarakan oleh Perguruan Tinggi.

Meskipun tidak termasuk dalam jenjang pendidikan, terdapat pula pendidikan anak Usia Dini, pendidikan yang diberikan sebelum memasuki pendidikan dasar.

Jalur, Jenis dan Jenjang Pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yang di selenggarakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Dareah dan Masyarakat.

Aku tahu apa yang kau mau

susah-susah juga jadi!

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!